Hanya 10% dari 25.000 Sarjana Peternakan yang Menjadi Peternak

seminar peternakan

Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) mengungkapkan dari sekitar 25.000 sarjana lulusan bidang studi peternakan di Indonesia hanya 10 persen yang menggeluti usaha peternakan (peternak).

Ketua Umum ISPI Ali Agus di Jakarta, Rabu (25/2) mengatakan, pada umumnya sarjana peternakan memilih bekerja di birokrasi, pegawai pemeritah, akademisi, peneliti maupun pegawai swasta.

“Nggak banyak-banyak amat (sarjana peternakan yang jadi peternak), mungkin 10 persen,” katanya dalam seminar Outlook Peternakan Indonesia 2015 yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI).

Menurut dia, industri peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang menjadi incaran produsen dari berbagai negara karena potensi besarnya di bidang peternakan sebagai penyuplai sumber protein hewani.

Oleh karena itu, tambahnya, menjadi pekerjaan rumah bagi ISPI untuk dapat mendorong sarjana peternakan menjadi pelaku usaha di sektor peternakan.

Seminar yang berhasil mengumpulkan para sarjana peternakan di Kantor Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan.

Mereka menggelar seminar berjudul “‎Outlook Industri Peternakan 2015‎” di Ruang Rapat Utama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan‎, Kementan.

Seminar ini juga membahas peluang dan tantangan (outlook) industri peternakan di tanah air di 2015 ini. Kita juga akan membahas soal praktik-praktik terbaik di dunia dalam mengembangan industri peternakan ini,

Seminar ini, untuk memecahkan berbagai permasalahan peternakan nasional yang selama ini menjadi penghambat utama dari mulai minimnya pemanfaatan teknologi, rendahnya penyerapan investasi hingga permasalahan teknis di lapangan seperti masalah kesehatan ternak dan budidaya.

Hadir dalam seminar ini adalah para akademisi yang merupakan para sarjana di bidang peternakan yang berjumlah 44 orang.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya antara lain Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, pelaku usaha peternakan, termasuk Rochadi Tawaf selaku Dosen Unpad.

Sementara itu kalangan industri peternakan membenarkan sulitnya untuk memperoleh tenaga kerja dari sarjana peternakan karena mereka lebih memilih profesi di sektor lain.

Pemilik Perusahaan Peternakan Sapi PT Citra Agro Buana Semesta Yudi Guntara Noor mengatakan, hal tersebut menjadi kendala bagi pelaku industri peternakan untuk memajukan usaha.

“Dengan sedikitnya keterlibatan kaum berpendidikan tinggi, inovasi baru di sektor peternakan sangat jarang dilahirkan. Akibatnya, akselerasi produksi pun sulit dicapai dengan cepat meskipun indikator-indikator produksi telah dipenuhi,” katanya

Menurut Yudi, di budidaya peternakan, kompleksitas permasalahannya lebih ke unsur sumberdaya manusia.

“Kalau parameter kualitas itu bisa diatur, berapa temperatur kandang, berapa pakan yang harus diberikan, itu indikatornya bisa dipantau. Tapi mengelola semangat manuisanya memang menghadapi kendala,” katanya.

( detik.com dan republika.co.id )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below