Kurangi Kolesterol pada Ayam Potong dengan Kulit Pisang

ayam goreng

Muda, pintar, dan kreatif. Begitulah kira-kira sebutan untuk mahasiswa yang telah berhasil menjadi pemenang dari Tanoto Student Research Award.

Sebanyak 12 tim mahasiswa dari empat kampus di Indonesia, yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Hassanudin (Unhas), Selasa (3/3/2014) mempertunjukkan hasil penelitian mereka dalam berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut, di antaranya pertanian, teknologi, dan lingkungan hidup.

Salah satunya ke-12 tim tersebut adalah Sultan, Nurul Elfiani Paweli, Andri Nindya Karina, dan Adhekayanti, mahasiswa semester VI Jurusan Biologi yang berhasil menjadi pemenang I dari Unhas.

Tim yang dipimpin Sultan, membuat penelitian mengenai potensi limbah kulit pisang kepok kuning sebagai pakan ternak unggas. Hasilnya, terbukti kadar kolesterol pada ayam pedaging menurun.

“Kami memilih melakukan penelitian pada ayam karena ayam merupakan bahan makanan yang digemari masyarakat. Sementara, pisang dipilih karena banyak mengandung vitamin C dan B, kalsium, dan protein,” kata Sultan.

Prosesnya, kata Nurul, cukup mudah, limbah kulit pisang yang sudah berwarna coklat dikeringkan, kemudian digiling sampai kering, dan dicampur dengan pakan ayam umum seperti jagung, kering teri, hingga ampas tahu.

“Ini pure organik, sehingga bisa menekan kadar kolesterol di tubuh si ayam. Kami melakukan penelitian ini selama tiga bulan, yaitu dari mulai ayam baru menetas diberi makan ini sampai siap dipotong,” kata Nurul.

Sultan menambahkan, setelah diujicoba, tekstur daging ayam juga nampak lebih padat dibandingkan ayam broiler yang makan pakan ayam biasa.

“Hasilnya bisa lebih sehat, bisa diterapkan di masyarakat. Kalau makan makanan sehat, tentu masyarakat juga lebih sehat,” kata Sultan.

Tidak hanya itu, tim lainnya dari ITB membuat plastik ramah lingkungan dari bahan dasar pati umbi Gembili. Bahan ini, menurut Untung Ari Wibowo, anggota tim penelitian, lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik biasa.

“Ini mudah terurai, selain itu Umbi Gembili juga bukan merupakan bahan makanan pokok, karenanya kami memilih bahan tersebut,” kata Untung.
Ia menambahkan, memang harga dari plastik Umbi Gembili bisa tiga kali lipat dibandingkan dengan plastik di pasaran. Karenanya, ordernya diperkirakan bukan mass order atau plastik yang terdapat di pasaran, tetapi hanya merk ternama yang menggunakan produk tersebut.

“Ini green tech, sehingga kami mengembangkannya untuk masa depan. Namun, perlu penelitian lebih lanjut agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ada,” katanya.

Adapun Wakil Rektor III Unhas, Abdul Rasyid Jalil, dalam kesempatan tersebut menyebutkan pentingnya penelitian yang aplikatif dalam rangka memberikan manfaat langsung pada masyarakat dan bangsa.

“Kemampuan dalam memproduksi sesuatu itu diharap bisa terus berjalan karena sebagai bangsa yang besar ditunjukkan dari karya dan kemampuan memproduksi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” kata Abdul.

Ia menyebutkan salah satunya seperti penelitian yang bisa menghemat listrik 20 persen. “Itu nantinya akan sangat bermanfaat,” katanya.

Sementara, Sihol Aritonang, Ketua Pengurus Tanoto Foundation mengatakan, langkah ini merupakan bentuk dari kontribusi Tanoto Foundation untuk menumbuhkan semangat mahasiswa melakukan penelitian dan mempraktekkan pengetahuan mereka sedini mungkin.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Tanoto Foundation akan pendidikan di Indonesia. Kami ingin konsisten memupuk bakat muda agar makin berkualitas dalam berinovasi di bidangnya. Karenanya, harus banyak inovasi yang dilakukan oleh Indonesia,” katanya.

Tanoto Foundation sendiri telah bermitra dengan empat PTN tersebut dan juga memberikan bantuan hibah tahunan sebesar Rp 100 juta untuk tiap universitas. Tahun 2014, Tanoto Foundation memfasilitasi 106 mahasiswa S1 dalam melaksanakan penelitian.

( tribunnews.com )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below