Jelang Puasa, KDB Rekomendasikan Saham Peternakan

ayam broiler potong

Menjelang musim Ramadan, harga kebutuhan pokok naik akibat tingginya konsumsi selama bulan puasa dan musim liburan Idul Fitri. Kenaikan ini biasanya terjadi pada satu bulan sebelum bulan puasa dan berakhir tepat setelah musim liburan. Ini adalah tren yang selalu terjadi di industri unggas setiap tahun.

Menurut seorang pedagang lokal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harga telur ayam telah naik dengan rata-rata kenaikan Rp 1.000. Mereka memperkirakan harga bisa mencapai Rp 24.000/kg menjelang Lebaran. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebutuhan Pasar (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga rata-rata telur mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Harga jual melompat dari Rp 20.539/kg (1 Mei) ke harga tertingginya di Rp 21.643/kg pada 22 Mei atau meningkat 5,4 persen dalam waktu 3 minggu. Hal yang sama juga terjadi pada harga ayam yang pada tanggal 1 Mei berkisar di Rp 28.321 menjadi Rp 29.659 pada 22 Mei (4,7 persen kenaikan).

Dalam pandangan KDB Daewoo Securities, ini saat yang tepat bagi investor untuk melihat kembali sektor unggas. Tak hanya industri ini undervalued, KDB Daewoo percaya adanya visibilitas penghasilan yang jelas selama 2-3 bulan ke depan yang berasal dari kenaikan volume penjualan dan harga jual. Ditambah lagi dengan adanya kasus flu burung yang sedang terjadi di Amerika Serikat telah menyebabkan pemusnahan burung sebanyak 40 juta. Oleh karena itu Indonesia untuk sementara tidak diperbolehkan melakukan impor GP (Grandparent) stok dari AS yang dengan demikian akan mengurangi tekanan pasokan di kemudian hari.

KDB sarankan investor untuk meninjau kembali saham unggas seperti Charoen Pokphand (CPIN), Japfa Comfeed (JPFA) dan Malindo Feedmill (MAIN). KDB melihat ini sebagai peluang yang tepat karena KDB memperkirakan pemulihan industri dari kelebihan pasokan di tahun 2016.

( beritasatu,com )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below