Desa Ternak Solusi Perbaiki Sistem Peternakan RI

ternak sapi

Mantan Wakil Menteri Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rusman Heriawan menyatakan penyebab sulitnya menekan harga daging sapi yang mahal ada pada sistem peternakan sapi di Indonesia.

Menurutnya, sistem ternak sapi di Indonesia membuat biaya yang dikeluarkan peternak Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan peternak di negara lainnya. Selain itu, lahan yang terbatas juga membuat sulitnya melakukan ternak sapi yang baik seperti halnya di negara Kanada, Brasil, India, dan Australia.

“Di sana kan sangat efisien, sapi itu dilepas, di gembalakan, dia cari makan sendiri, rumput tumbuh sendiri cuma paling pupuknya dipindah-pindah, gemuk dia, seharian bisa makan. Kalau di sini sistemnya sistem kandang karena kita memang lahannya sangat terbatas. Sistem kandang itu buat ongkosnya jadi mahal. Pakannya beli, rumputnya beli segala macem beli. Kemudian sizenya paling lima ekor. Kita itu tidak efisien,” paparnya kepada Okezone.

Oleh sebab itu, Ia menyatakan perlunya sistem peternakan yang Ia sebut desa ternak. Dengan adanya desa ternak maka biaya logistik akan jauh lebih murah sehingga mampu mengurangi mahalnya harga daging sapi.

“Yang bagus, bagaimana membuat peternak-peternak yang kecil-kecil tadi ini kita farming, bentuk kawasan peternakan, desa ternak sehingga bisnisnya itu mulai dari pengadaan pakan, obat-obatan segala macem itu bisa secara bersama,” jelasnya.

Lanjutnya, desa ternak nantinya merupakan kawasan yang berisikan para peternak sapi sehingga pemerintah akan mudah untuk melakukan pengaturan terhadap peternak sapi.

“Satu desa yang bisnisnya itu kebanyakan peternak. Itu bisa masuk kita (pemerintah) ke sana, mengelola, membina kemudian memberi fasilitas,” imbuhnya.

( okezone.com )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below