Tata Niaga Ternak di Pesisir Selatan Perlu Regulasi

sapi bali

Tata niaga ternak sapi di Pesisir Selatan (Pessel) perlu diperbaiki dan diperkuat dengan regulasi khusus.

Perbaikan pola tataniaga sapi ini penting dilakukan untuk mengantisipasi punahnya sapi khas Pasisie. Penjualan sapi khas Pasisie yang serampangan dapat menimbulkan punahnya keberadaan plasmanutfah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Pessel Nuzirwan Minggu (8/2) menyebutkan, untuk tujuan menjaga kelestarian sapi khas Pasisie Pessel memberlakukan aturan ketat terhadap sapi yang akan dijual. Bahkan, secara resmi telah dikeluarkan aturan, penjualan sapi Pasisie hanya diperbolehkan di pasar ternak.

Dikatakannya, sapi khas Pasisie adalah salah satu plasmanutfah yang perlu dilestarikan, maka kewajiban warga peternak untuk menjaga ternak itu tetap lestari. Sementara dari sisi regulasi, perlindungan terhadap sapi khas Pasisie ini memang belum ada.

“Namun untuk mengantisipasi kepunahan dapat dilakukan dengan memperbaiki tata niaga sapi Pasisie. Selain harus ada surat keterangan dari walinagari maka, yang terpenting dilakukan adalah dengan mengoptimalkan peran penyuluh,” katanya.

Dikatakannya, peternak sebelum menjual sapinya terlebih dahulu berkonsultasi dengan petugas PPL untuk memastikan ternak yang akan dijual keluar daerah atau untuk kebutuhan pemotongan tidak dalam keadaan bunting. “Lalu petugas juga diminta lebih proaktif melakukan pemantauan dan pendataan terhadap sapi bunting,” katanya.

Selanjutnya Pessel juga memberlakukan penjualan sapi atau perdagangan sapi melalui Pasat Ternak Lengayang yang berada di Pulai Lakitan. Pasar Ternak Lengayang juga memiliki kekhasan yakni menye­diakan sapi pasisie sebagai produk utama. “Sapi pasisie meru­pakan plasma nutfah yang telah diakuai tingkat nasional dan bahkan dunia. Maka untuk memenuhi permuintaan konsumen, Pasar Ternak Lengayang harus selalu menyediakan ternak tersebut setiap saat,” katanya.

Dia menyebutkan, dengan dijadikannya sapi Pasise sebagai jualan unggulan di Pasar Ternak Lengayang juga disebabkan tingginya permintaan. Ternak tersebut telah mendapat tempat dihati masyarakat, baik untuk kebutuhan potong maupun pembiakan. Selain itu, sapi pasisie digemari disebabkan angka mortalitasnya bagus.

“Terkait dengan telah adanya Pasar Ternak Lengayang, maka salah satu produk unggalan di sini adalah Sapi Pasisie. Pasar ini perlu berbenah untuk menghadapi pasar yang semakin kompetitif. Salah satu upaya untuk lancarnya operasi pasar, maka pemerintah melalui dinas terkait akan membuat regulasi pemasaran ternak di Pessel,”katanya.

Salah satu contohnya menurut dia adalah, menjadikan Pasar Ternak Lengayang sebagai satu satunya tempat transaksi hewan ternak di Pesisir Selatan. Warga dan pedagang Pesisir Selatan diharapkan tidak lagi menjual ternak diluar mekanisme Pasar Ternak Lengayang ketika regulasi itu telah ada.

Dia juga mengingatkan, pengelola pasar, pedagang dan peternak juga dituntut melek tekhnologi. Pasar Ternak Lengayang selain menjual ternak dengan pola lama, perlu juga mengetahui teknik penjual dengan menggunakan internet. “Jadi peluang pasar kini sangat terbuka lebar. Orang luar bila ingin membeli Sapi Pasisie tinggal mengakses melalui internet,”katanya.

( harianhaluan.com )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below