70 Ribu Rakyat Nikmati Energi dari Kotoran Ternak

biogas1

Lebih dari 70.000 orang Indonesia tercatat telah memperoleh manfaat dari kotoran ternak untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk memasak. Pemanfaatan kotoran ternak, seperti sapi, babi, dan unggas Ini, tercipta melalui reaktor BIRU (Biogas Rumah).

Saat itu, energi BIRU yang merupakan program HIVOS bekerjasama dengan Yayasan Rumah Energi (YRE) dan SNV, telah menciptakan 14.173 reaktor BIRU dan menjadi salah satu program Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagai aparat pemerintah, DJEBTKE melakukan koordinasi dan mendorong pemerintah daerah yang potensial dalam mengembangkan biogas untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan program BIRU di wilayah masing-masing. Program yang diinisiasi pada 2009 oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda ini, menggandeng lembaga-lembaga lokal sebagai mitra untuk membangun dan mempromosikan bentuk energi terbarukan yang modern dan lestari bagi masyarakat Indonesia.

Dengan dukungan dari Kedutaan Besar Norwegia dan program EnDev (Energizing Development), saat ini program BIRU bekerja di 9 provinsi di Indonesia: Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Sumba), dan menargetkan perluasan wilayah kerja minimal empat provinsi pada 2015 ini.

Melalui reaktor BIRU, pemakai manfaat tak lagi perlu mengkhawatirkan naiknya harga bahan bakar konvensional karena kebutuhan gas telah terpenuhi, langsung dari kandang ternak mereka sendiri. “Sekarang kami punya sumber api sendiri untuk memasak dan lampu,” kata Sriyatun (35 tahun), warga Desa Lembu, Bancak, Semarang.

Di desanya terdapat 96 reaktor biogas yang mengantarkan desa tersebut meraih gelar Desa Mandiri Energi tingkat Jawa Tengah pada 2014 lalu.

Selain manfaat tersebut, dari hasil survey pada 2013, para pengguna BIRU mengatakan lingkungan rumah mereka menjadi lebih sehat: asap di dapur lebih sedikit (79%), dapur lebih bersih (72%), kandang ternak pun lebih bersih (69%). “Bau sudah berkurang hingga 75-80%. Tidak ada tetangga yang protes lagi. Kami puas dengan Biogas Rumah,” kata Abas (54 tahun) peternak ayam potong dari Dusun Sodo, Sodo, Pakel, Tulungagung, Jawa Timur, yang memulai usaha ternak ayam sejak 1999 dengan populasi 1.000-2.000 ekor.

Sebelum menggunakan biogas BIRU, menurut Abbas, usahanya sempat diprotes karena bau dari peternakan mengganggu masyarakat di sekitarnya.

Bersama lebih dari 50 lembaga mitra serta lebih dari 1.200 pekerja pembangun dan pengawas terlatih, program BIRU telah meningkatkan potensi sektor biogas untuk dikembangkan dan mendatangkan manfaat berlimpah bagi peternak, petani dan masyarakat Indonesia. Hivos, YRE, SNV bersama dengan DJEBTKE berkomitmen akan terus mempromosikan energi terbarukan untuk mewujudkan energi bersih yang berkualitas tinggi dan dapat dipakai dengan mudah oleh masyarakat Indonesia.

Pada 2014 program BIRU berhasil membangun 2.729 unit reaktor, menambah jumlah menjadi 14.173 unit reaktor sejak tahun 2009. Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah reaktor BIRU terbanyak, total 6.937 unit, 832-nya dibangun pada 2014. Total reaktor BIRU yang terbangun di provinsi lain masing-masing adalah NTB 2.923 unit, Jawa Tengah & DIY 1.612 unit, Jawa Barat 1.283 unit, Bali 803 unit, Sulawesi Selatan 279 unit & Lampung 134 unit. Sementara di Sumba, NTT, telah terbangun 202 unit reaktor dan turut mendukung program Sumba Iconic Island..

( br-online.co )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below