Buruh Serabutan di Pontianak Utara Mengubah Nasib dengan Beternak Kambing

peternak kambing

Seorang laki-laki paruh baya berkaos putih berdiri di dekat kandang yang berisi enam ekor kambing. Tangannya terlihat mengambil rumput hijau dari dalam karung dan memberikannya kepada kambing-kambing yang terlihat lahap mengunyah rumput segar itu.

Dia adalah Indra, warga Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Indra bersama dengan 9 Kepala Keluarga (KK) mencoba mengubah nasib dengan berusaha peternakan kambing “Sumber Rezeki”.

Peternakan yang dikelola Indra dan kawan-kawan ini merupakan program unggulan dari Kementerian Sosial yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Dalam program KUBE, pemerintah memberikan bantuan dana secara cuma-cuma sebesar Rp 20 juta kepada 1 kelompok usaha yang terdiri dari 10 kepala keluarga.

Indra bercerita, dulunya dia bekerja sebagai buruh bangunan yang pekerjaannya tak jelas waktunya. Kadang kala kalau ada proyek, Indra kerja, namun kalau sedang sepi Indra terpaksa menganggur.

Saat mendengar ada program KUBE, Indra bersama dengan teman-temannya berinisiatif untuk membuat usaha bersama yang bisa membantu ekonomi keluarga mereka.

Usaha ternak dipilih karena lebih mudah dan ongkos perawatannya murah. Lahan belakang rumah yang cukup luas juga bisa dimanfaatkan sebagai lokasi kandang.

“Usaha ternak karena umpan tidak usah membeli kan tinggal cari rumput di sekitar, selain itu biaya jug tidak terlalu besar,” ucap Indra di rumahnya, Jl Purna Jaya 1, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (14/2/2015) malam.

Indra yang ditunjuk menjadi ketua kelompok itu menerima bantuan KUBE pada September 2014 lalu. Dia dan rekannya membeli 7 ekor kambing Etawa.

“Hingga Februari ini anak kambingnya sudah ada 2,” ucap Indra sambil tersenyum.

Namun perjalanan, Indra dan kawan-kawan tak selalu mulus. Terkadang ada masalah dan cobaan yang harus dihadapi, misalnya saja hari ini, satu ekor kambing ternakannya mati karena cuaca ekstrim, di mana saat malam hari sangat dingin dan siang suhu panasnya.

“Mati satu, tadi sudah dilaporkan ke pembina,” ucapnya.

Meski begitu, Indra tetap bersyukur bisa mendapat bantuan dari Kemensos ini. Dia berharap kedepannya usaha bersamanya ini bisa berkembang semakin besar.

“Setelah saya menerima bantuan dari Kemensos manfaatnya cukup besar. Ada pembinaan juga, jadi kami tahu cara merawat kambing yang baik bagaimana,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Sesi Pengembangan dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Provinsi Kalimantan Barat, Eka Fitriani menjelaskan program KUBE ini sudah diberikan kepada 20 kelompok usaha. Tujuan program ini untuk pemberdayaan masyarakat miskin.

“Untuk dapat bantuan harus membuat proposal, masyarakat mengajukan ke Dinas Sosial kota lalu dikirim ke provinsi. Setelah di seleksi, kita survei langsung baru diberikan dana via transfer,” jelas Eka.

“Program ini merupakan prgram penanggulangan kemiskianan.
Diharapkan dengan adanya program ini
angka kemiskinan yang ada terutama di Kalimantan Barat khususnya Pontianak bisa berkurang,” tambahnya.

Kelompok usaha ini beragama jenisnya, dari 20 KUBE ada yang membuat usaha keramba ikan nila, jualan sembako, usaha kue dan ternak lele.

“Ini semua gratis, di KUBE ada pendamping dan juga kerjasama dengan instansi terkait. Jadi mereka yang awalnya tidak punya kemampuan bisa bertanya ke Dinas Peternakan atau Dinas Pertanian. Tergantung usahanya,” ucap Eka.

Rudi Hartono yang ditunjuk sebagai pendamping dari Tenaga Kesejahateraan Sosial Kecamatan (TKSK) menambahkan, dalam program KUBE sebagai pendamping Rudi bertugas untuk mengawal, mensosialisasukan, melakukan pembelian barang, dan memonitoring usaha. Semua kegiatan harus didata dan di laporkan.

“Monitoring sebulan sekali apa yang terjadi kalau ada permasalahan kita bahas. Selama ini Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ucap Hartono..

( detik.com )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below