opini

peternakan sapi perah

Peternakan Rakyat, Sebab atau Akibat?

Oleh : Rochadi Tawaf Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran . Disadari bahwa usaha peternakan rakyat di negeri ini sebagian besar masih bersifat subsisten dengan ciri skala usahanya yang kecil dan tidak ekonomis dan dilakukan dengan cara tradisional dengan teknologi sederhana. Pada umumnya, ternak merupakan aset hidup (livestock) dalam tata kehidupan masyarakat peternak. Ternak bukan merupakan
ayam petelur

Meningkatkan Kualitas Masyarakat Peternakan

Oleh : Ir. A Purwanto, Ketua ISPI dan Ketua HANTER Tulisan ini pernah disampaikan pada acara PASARNAS 2002, ISMAPETI WIL. IV dan BEM Fapet UNITRI Malang, Senin 23 September 2002 di Malang dan acara DISKUSI PANEL ISPI dalam rangka Konggres ke-VIII,  Selasa 24 September 2002 di Lembang,  Bandung Pertumbuhan populasi penduduk, urbanisasi serta pertumbuhan pendapatan
sapi

Investasi dan Pengembangan Peternakan Sapi

Oleh : Hendra Saputra Pemerhati pembangunan pertanian dan lingkungan Apresiasi patut diberikan atas ketertarikan dari perusahaan pengemukan sapi dari Australia, Lawsons Angus dan eksportir sapi Australia Beef Exporter untuk berinvestasi di bidang peternakan. Pihak Australia tersebut, menyatakan kesiapannya untuk mengekspor 2.000 ekor sapi senilai 2 juta dolar Australia ke Aceh untuk program penggemukan dan pemotongan
sapi

Pertanian Harus Terintegrasi dengan Peternakan

Mohammad Arum Sabil, Ketua Asosiasi Petani Tebu Jatim mengatakan, sudah saatnya pertanian berintegrasi dengan peternakan. Penggabungan ini dapat menghasilkan nilai ekonomi lebih sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi petani. “Semua anak muda menginginkan masa depan yang potensi ekonominya terjamin. Pertanian dan peternakan jika dikelola dengan baik dapat menjamin itu,” kata Arum kepada Radio
sapi

Peternakan Sapi NTT, Populasi atau Produksi?

Oleh : George Hormat Kulas Published on Harian Victory News, 16/05/2014 Konsisten dengan judul provokatif, “Ubah Program Provinsi Ternak”, isi editorial Harian Victory News terbitan Sabtu, 10/5 menggugat banyak ketidakjelasan terkait salah satu tekad pembangunan NTT yang dikenal dengan tagline NTT Provinsi Ternak. Salah satunya tentang ketidakjelasan orientasi, apakah diarahkan pada peningkatan populasi atau produksi.
selamatkan peternakan rakyat

Jelang Pasar Bebas ASEAN Menyelamatkan Peternakan Rakyat

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tinggal menghitung bulan. Itu artinya pasar bebas ASEAN sudah di depan mata. Muncul pertanyaan kemudian, siapkan peternakan rakyat di Indonesia mempertahankan eksistensinya di tengah kian derasnya persaingan usaha? Dalam kegiatan Sara­seh­an Nasional Per­ung­gasan yang diseleng­garakan Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR), di Bogor, beberapa waktu
sarjana peternakan

Tantangan Nyata Sarjana Peternakan Indonesia

Oleh: Dr Ir Ali Agus DAA, DEA, Dosen Fakultas Peternakan UGM, Ketua ISPI Cabang DIY, Ketua Panitia Kongres IX ISPI 2006 Indonesia telah lama dikenal sebagai negara agraris yang sangat subur. Mayoritas penduduknya (sekitar 60% dari total populasi) hidup dari sektor pertanian dan bekerja sebagai petani, pekebun, peternak dan nelayan. Sebagai negara yang kaya akan